Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerisex Terbaru 2015 – Cerita Sex: Dibuat Ketagihan ML Oleh Atasanku
– Gue cowok yang masih single. Gue kerja seruang dengan seorang cewek
cantik. Dia atasan gue, orangnya cantik dan montok menggoda. Dia suka
membuat ****** gue naik terus. Nggak heran dia punya hobby ngesex.
Gue juga punya hobby yang sama. Tapi gue tidak semaniak dia. Hampir
tiap hari dia ngesex dengan cowok cowok yang disenanginya, bahkan gue
sering diajak ‘Anu’ sama dia. Disamping gue senang dan menikmati
tubuhnya yang aduhai itu, gue juga tidak berani menolak perintahnya..
pokoknya “A.I.S”-lah.. itu..tuu.. Asal Ibu Senang. Dan gue dijanjikan
naik pangkat dan tentu saja gaji naik juga dong plus bonus tubuhnya yang
montok itu.
Read more
Dia orangnya cantik meskipun usianya jauh diatas gue. Karena dia
selalu suka pakai rok ‘super’ mini warna putih transparan. Maka gue tahu
kalau dia tiap hari nggak pernah pakai CD. Yang gue heran ama dia, pas
dia ada di luar ruang kerja dia selalu pakai rok biasa bahkan pernah
pakai celana. Tapi pas ada di ruang kerja kita dia selalu pakai rok
‘super’ mini itu. Jadi kalau ada sesuatu yang dia butuhkan dia selalu
minta tolong gue yang ngurus. Meja kerjanya yang berada di depan gue,
jadi gue bisa melihat apa yang dikerjakannya.
Tiap menit dia selalu memancing nafsu gue. Dia sering pura-pura lihat
suasana diluar jendela, padahal dia ingin memeperlihatkan kemontokan
pantatnya yang super montok itu. Lalu dia pura-pura melihat hasil kerja
gue sambil dekat-dekat terus dia menundukkan kepalanya.. lalu yah
jelaslah payudaranya yang tergantung bebas tanpa halangan dari BH. Dia
goyangkan badannya, maka bergoyanglah payudara itu kiri-kanan-kiri
lagi.. Tapi yang paling parah, dia pura-pura menjatuhkan bulpen di
lantai, terus dia jongkok membelakangi gue.
Pas dia nunduk, roknya tersingkap keatas jadi terlihatlah pantatnya
yang montok putih dan memeknya yang putih kemerahan dengan bulu yang
tampak menantang untuk dijamah. Pas dia udah ambil itu bolpoint, eh..
dijatuhin lagi terus nungging lagi.. lagi.. lagi.. Dia goyangin itu
pantatnya maju-mundur, bawah-atas..lalu dia renggangkan kakinya sehingga
memeknya yang lezat itu merekah bagai bunga ‘mawar’ dan begitu
seterusnya. Hingga gue nggak tahan akan kelakuannya itu. Langsung aja
gue deketin dia terus gue obok-obok ‘anu-nya’.. Dan ternyata.. apa yang
terjadi.. ohh..
Dia menikmati sentuhan-sentuhan gue. Saat ini gue bekerja dengan
lidah gue. Gue jilat sedikit kacangnya dan di “suck” agar basah. Nggak
samapai dua menit udah tampak ada cairan bening di memeknya. Karena
****** gue udah nggak tahan, lalu gue masukin penis gue ke memeknya. Dia
mendesis – meronta – mengerang nikmat(3M) demikian juga gue. Hangat dan
lembab. Lalu gue mula goyang kiri kanan, maju-mundur dan kadang-kadang
gue putar. Dia bener-bener hebat, setelah gue agak pasif dalam gerakan
gue karena udah hampir nyampe. Dia dengan perkasa menggoyang tubuhnya
maju-mundur, kanan-kiri dan berputar dengan garang.
Baca >> BOLA TANGKAS
Sementara gue makin berat nahan orgasme gue, akhirnya..
“Bu boleh keluarin di dalam..?”kataku.
“Boleh aja sayang, emang sudah hampir.. ya?”katanya sambil terus menggenjot pantatnya maju-mundur.
“Ya, bu”kataku.
“Kita sama-sama ya, hmm..ohh..”.
Dengan sisa tenaga gue goyang lagi sampai gue terasa enak bener karena orgasme gue udah sampai deket pintu helm “NAZI”.
Lalu gue peluk dia dari belakang sambil gue remes dadanya. Dan cret..
cret.. cret. cret, air mani gue muncrat didalam lubang memeknya. Dan
diapun merintih ohh yes dan lalu mencengkeram kursi dengan erat serta
badannya bergetar dan menegang.. Rupanya dia klimaks juga. Dengan ******
dan memek masih bersatu gue tetep peluk dia dari belakang.
Dia tersenyum puas lalu melumat bibirku. Dia bilang kontolku enak
banget sih. Dia kangen katanya kalau nggak dicoblos kontolku barang
sehari. Nggak lama gue peluk pinggangnya kuat-kuat dari belakang sambil
ngerintih akhh.. akhhgg dan lalu di dinding memeknya kubikin terasa
hangat karena semprotan sperma gue tadi. Nggak ke tulungan enaknya
katanya, tapi dia harus buru-buru ngrapiin baju dan nyuci memeknya.
Habis gituan luemes banget dan nggak bisa kerja lagi. Abis sambil
berdiri sih.
Enak juga lho making love di kantor. Apalagi kalau lembur jangan
dibilang. Di meja kerja, di WC, di lift, di lantai atas gedung atau juga
di dalam mobilnya juga bisa, rasa takut ketahuan itu selalu ada, tapi
kenikmatannya lain dari pada yang lain, pokoknya sensasinya lain.
Malamnya gue diajak ke pub. Setelah jam dua belas malam, gue ajak dia
pulang. Dia kutuntun ke mobilku karena dia mulai mabuk akibat terlalu
banyak mengkonsumsi minuman dan kuantarkan ke apartemennya. Gue bingung
mengapa dia nggak pulang ke rumahnya sendiri.. mengapa kesini. Kuantar
sampai ke dalam kamarnya di lantai 7, gue istirahat sejenak di sofanya.
Dia bangun dan menghampiri gue untuk mengucapkan terima kasih dan
selamat malam.. tapi tubuhnya jatuh dalam pelukan gue sehingga nafsu gue
untuk meng’anu’nya mulai bangkit. Kuciumi dari kening, mata, hidung
hingga mulut sensualnya disambutnya ciuman gue dengan permainan lidahnya
yang sudah profesional.
Lama kami berciuman dan gue mulai meremas teteknya yang agak kenyal..
lalu kubuka resleting bajunya..kemudian kususupkan tanganku ke dalam
behanya untuk meremas teteknya lagi dan memainkan putingnya.. sambil
terus berciuman. Satu persatu pakaiannya jatuh ke lantai.. BH.. CD..
tapi kami masih berciuman. tanganku tak tinggal diam.. meremas diatas
sesekali memainkan puting dan meraba dan memainkan di bagian memeknya..
oi.. jembutnya yang menggoda.. lezatnya..
Memeknya telah banjir akibat otot memeknya mengeluarkan cairan karena
rangsangan dari gue.. tangannya mulai membuka satu persatu pakaianku
sampai kami berdua full bugil. Kusodok sodok jari tengahku ke dalam
memeknya ..sshh.. oohh.. gung.. please.. sshh.. don’t stop..aahh.. terus
jariku telunjukku memainkan itilnya yang mulai menegang .. sshh..
aahh.. dan dia mulai merebahkan badannya di sofa kuciumi lagi putingnya
dan kusodok-sodok lagi memeknya dengan dua jari.. sshh.. aahh..oohh my
goodd..sshh .. dia mulai mencari-cari kontolku yang sudah tegang sejak
tadi.. dan mulai menghisap kontolku .. mulai dari kepala .. sshh ..
aahh.. buu.. aahh.. sshh .. perlahan lahan mulutnya masuk dan melahap
kontolku semuanya sshh ..hhmm.. kutambah jariku satu lagi hingga tiga
yang masuk ke dalam memeknya sshh.. aachh.. tambah satu lagi hingga
hanya jempol saja yang masih di luar memainkan itilnya.. sshh.. hhmm..
gue lepaskan kontolku dari mulutnya dan mulai kuarahkan ke bibir
memeknya yang banjir.. perlahan lahan kudorong kontolku.. sshh.. oohh..
honey.. hhmm.. bibir bawahnya menggigit bibir atasnya.. kuangkat kedua
pahanya dan kusandarkan di sandaran sofa yang sebelah kiri sedang yang
kanan kuangkat.. dan bless.. aahh.. sshh.. kuayunkan perlahan lahan..
sshh.. oohh my god.. come on.. sshh..terus kuayunkan hingga kupercepat
ayunanku .. sshh.. buu.. saya mau keluar buu..sshh.. keluarin di dalem
aja sayang..ohh aahh.. kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku
sambil terus menggoyangkan pantatnya sshh.. aahh..
Tiba-tiba dia menjerit histeris oohh..sshh.. sshh..sshh.. ternyata
dia sudah keluar.. gue terus menggenjot pantatku semakin cepat dan keras
hingga mentok ke dasar memeknya sshh.. aahh.. dan aagghh.. crett..
crreett.. ccrreett..kutekan pantatku hingga kontolku menempel dasar
memeknya.. dan keluarlah pejuku ke dalam liang memeknya.. sshh.. bbrr..
saat terakhir pejuku keluar..
guepun lemas tetapi tidak gue cabut melainkan menaikan lagi kedua
pahanya hingga dengan jelas gue lihat bagaimana kontolku masuk ke dalam
memeknya yang di kelilingi oleh jembutnya yang menggoda.. kubelai
jembutnya sambil sesekali menyentuh itilnya. Ssshh.. aahh.. gue mulai
mengayunkan kembali kontolku.. biar agak ngilu gue paksakan..kapan
lagi.. sshh.. aahh.. hhmm.. gue meminta dia untuk posisi nungging dengan
tidak melepaskan kontolku dalam memeknya.. kontolku terasa dipelintir
oleh memeknya.. terus kugenjot lagi ..sshh dan.. sshh.. dia mendorong
pantatnya dan aachh.. lebih cepet honey ..sshh.. dia sudah keluar lagi
Gue masih asik mengoyang pantatku sambil meremas teteknya yang dari
tadi gue biarkan.. sshh.. hhmm..aahh.. dan creett.. creett.. guepun
menekan pantatku dan menarik pinggulnya hingga kontolku mentok lagi di
dasar memeknya.. kami berdua sama lemas..
Dia ambil sebatang rokok.. dinyalakannya dan dia hisap itu rokok..
persis seperti saat dia menghisap ****** gue.. kami duduk dan sama
menikmati permainan tersebut sambil dia merokok kami saling
mengobok-obok kemaluan masing-masing.. Kuangkat tubuhnya ke tempat
tidur.. kami tidak membereskan pakaian kami yang masih berserakan di
lantai ruang tamu.. gue putar jam bekerja tepat pukul 5 soalnya gue mau
pulang.. Dia mulai merapatkan matanya sambil tangannya merangkul dan
tubuhnya yang berkeringat merapat ke tubuhku.. meskipun udara di rungan
sudah dingin tetapi tubuh kami masih berkeringat akibat permainan tadi..
Pada kesempatan lain gue datang ke rumahnya nganterin surat-surat
penting. Kebetulan siang itu dia lagi sendiri. “Oh kamu sayang.. ayo
cepet masuk..ehhmm”katanya sambil nutup pintu. “Iya bu, saya cuma mau
ngantar surat
ini “kataku.
Terus gue minta pamit pulang.. tapi.. “Aduh koq buru-buru amat sih..
ibu mau minta tolong lagi.. boleh khan ..”katanya manja. Lalu, matanya
merem melek sambil lidahnya dikeluarkan, gue udah tahu pasti dia pengen
ngentot lagi nich. Pokoknya udah nggak tahan deh. Langsung gue diajak
dia masuk dan duduk di teras. Waktu itu dia pakai baju kulot putih
transparan. Terlihat payudaranya yang montok dengan putingnya yang
menyembul dari balik bajunya. Gue lihat dia lagi ‘super’ nafsu, lalu dia
pancing gue untuk making love. Gue sih “A.I.S” saja.
Lalu kulot dan CD dilepaskan step by step, lalu memeknya gue
raba-raba, dan kelentitnya gue diplintir sampai dia terangsang banget.
Terus baju, celana dan CD gue diplorotin. Lalu kita duduk di lantai
teras. Dalam posisi duduk santai kakiku selonjor, dia sedot-sedot
kontolku sampai gue mendesah-desah dan kontolku menjadi tegang dan
keras. Dia kangkangi kakinya terus dia pegang kontolku yang udah keras
sambil mengarahkan ke memeknya yang sudah basah dan merekah itu.
Aduh enaknya terus dia naik turun terus sambil digoyang-goyang terus
dikocok terus sampai kenikmatan yang tak terhingga. Rasanya dia jadi
lemas dan capai, tapi dia berusaha tidak mau udahan. Kayaknya teriak
tertahan, mungkin dia takut kedengaran tetangga. Dia terus naik turun
dan gue juga ngimbangi dari bawah, terus sampai akhirnya gue dan dia
pelukan erat-erat karena dia sudah merasa hampir klimaks, dan nggak lama
dia pun menegang dan akhirnya sama-sama puncak dan keluar.
Pokoknya nikmat banget, dan badan gue juga terasa lemas tak bertenaga
kepinginnya nggak mau lepas dari tubuhnya. Tanpa pakai celana dulu dia
pergi ke kamar mandi. Pantatnya yang montok bergoyang
kanan-kiri-kanan-kiri.. Kadang dia menundukkan tubuhnya sehingga
posisinya nungging ke arah gue.. sehingga memeknya terlihat merekah..
ohh. Gue melotot lihat tingkahnya begitu seronok. Ah gue cuek aja. Yang
penting.. uueennaakk.. ooii.. Byyee..
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar