Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerisex Terbaru 2015 – Cerita Sex: Sarah Si Pelacur Elegan
– Sarah keluar dari ruangan HRD dengan membanting pintu, raut wajahnya
terlihat sangat masam kendati tidak mampu menyembunyikan wajah
cantiknya. Wanita semok dengan tinggi 170 cm dan berat badan 58 kg ini
memiliki postur yang proporsional, ditambah dengan ukuran dada 36 B yang
membulat tampak sangat menantang di balik kemeja putih yang
dikenakannya dibalut dengan blazer formal yang ketat namun terlihat
sangat elegan menutupi tubuh bagian atas Sarah..
Dia berjalan menghentakkan kakinya, Sarah terlihat sangat marah, dia
berjalan dengan cepat, suara sepatu stilletonya menggema di lorong
gedung menuju pintu keluar, cara berjalannya yang cepat itu menambah
sexy penampilannya terutama pantatnya yang montok yang membulat
melenggok ke kanan dan ke kiri seiring langkah kakinya, betis yang padat
dan sexy makin terlihat menarik karena ditopang stilletonya. Wajah yang
anggun namun memancarkan aura binal yang sangat kentara, hari ini
rambutnya digelung ke atas sehingga menampilkan lehernya yang jenjang
dan sexy ditambah kacamata yang bertengger di atas pangkal hidungnya
sukses menggurat kesan anggun namun nakal di wajahnya.
Read more
“Anjrit tuh orang HRD, bisa-bisanya gue diskorsing! Awas lu pada ya,
gua sumpahin kontol lo nggak bisa berdiri ntar!” rutuk Sarah dalam hati.
Hari ini Sarah dikenakan sanksi oleh manajemen HRD di tempatnya
bekerja, skorsing 1 bulan ditambah penundaan gaji membuatnya
uring-uringan sejak tadi pagi berujung acara ngamuk-ngamuk di ruangan
HRD. Namun acara ngamuk-ngamuknya tidak membuat sanksi pelanggarannya
dihapus atau berkurang, yang ada malah ancaman skorsing Sarah akan
bertambah.
Baca cerita sex terbaru lainya di –> cerisex.net
“Salah gua sendiri sih, dugem ampe pagi rutin 2 kali seminggu jadi
telat ngantor terus. Mana si Vina nggak ngebantu gua di ruang HRD,
padahal dia terus yang cekokin pikiran gue biar nemenin dia dugem.”
Sarah terus merutuk dalam hati.
Vina adalah teman sekantor Sarah, wanita cantik berusia 25 tahun
dengan postur agak mungil namun cantik dan manis dengan body yang aduhai
membuat dia menjadi taksiran seorang manajer di perusahaan tempat
mereka bekerja. Vina yang baik postur dan wajahnya sangat mirip dengan
artis dalam negeri Syahrini ini tahu bahwa dirinya ditaksir oleh manajer
itu memanfaatkan posisinya dan melendotkan pantat montoknya di pangkuan
manajer yang lumayan gagah itu acapkali mereka berdugem ria, jadi Vina
tidak terkena skorsing atau hukuman sama sekali dari HRD karena
kedekatannya dengan sang manajer. Apes bagi Sarah, Vina seolah “buang
badan” dan “buang muka” saat Sarah mulai mendapatkan surat teguran dari
HRD.
“Pulang dulu, ah. Gua mau mandi sama tidur sepuasnya di apartment.
Daripada stress gue mikirin skorsing, mending gua tidur abisnya
semaleman gua nggak tidur gara-gara dugem. Mana si Wando semalem cepat
keluarnya lagi, udah kontolnya mini, ejakulasi dini pula.” batin Sarah
sambil melangkah menuju mobilnya di halaman parkir kantor itu.
Pertemuannya dengan eksekutif muda bernama Wando di tempat dugem
berujung dengan “pertempuran” di kamar Wando, hanya saja belum 5 menit
kontol mini Wando sudah memuntahkan pejunya dan langsung tertidur. “Mana
gua belum puas lagi, pengen digaruk-garuk nih memek” batinnya.
Breeemmmm, raungan knalpot mobil sarah membahana meninggalkan area
kantor tersebut menuju apartemennya di bilangan Kelapa Gading, mobil itu
kemudian melaju kencang di jalan raya, tampaknya Sarah ingin
cepat-cepat sampai di apartmentnya. Namun pikirannya yang stress dan
memek yang berkedut minta pelampiasan membuat Sarah kurang konsentrasi
mengendarai mobilnya.
‘“Nih memek lonte kok nggak mau diajak kompromi ya?” umpat Sarah
dalam hati. Sarah mencoba meredam nafsu binalnya dengan mencoba melihat
video lucu yang tersimpan di hp nya saat mobil mulai memasuki daerah
yang macet. Sial memang tak terelakkan, dalam video playlistnya ternyata
banyak tersimpan video porno. Nafsunya yang sudah diujung jembut
menimbulkan rasa penasaran dan tanpa ragu dia memutar video bokep itu
dan kontan saja adegan mesum video itu membuat nafsu Sarah semakin
menjadi-jadi. Nafasnya mulai berubah berat dan dia mulai meremas-remas
toketnya yang indah dari luar kemejanya. Tak puas, Sarah membuka dua
kancing kemejanya dan menyelipkan tangannya ke dalam kemeja terus ke
dalam bra. Sarah mulai meremas-remas toketnya sendiri di dalam mobil.
“Sssssshhhhhhh… aaaahhhhhhhhh!” desah Sarah saat tangannya mulai meremas toketnya sendiri.
“Aacccchhhhhhh….mmmmmmhhhhhhh! Anjrittthhhh, p..p..p…PENTIL GUA GATELHHH
BANGETTHHHHHH…… MMMMMMHHHHHHH!” racau Sarah menikmati remasannya
sendiri. Untunglah mobilnya memakai Window Tint sehingga aktivitas di
dalam tidak terlihat dari luar.
“Sialan….! Neh memek lonte kok malah makin gini ya…….. ANJRIITTHHHH,
MEMEK GUA NEH MAU DISUMPEL PAKE KONTOLHHH YACHHHHHHH?????” racaunya
mulai tak terkendali.
Suara klakson dibelakang mobilnya menyentakkan Sarah dari aktifitasnya.
“SIAL… mana gua lagi asik” umpat Sarah langsung menginjak pedal gas mobilnya dan melaju meninggalkan daerah rawan macet itu.
Saat memasuki jalan yang agak sunyi, memek Sarah berkedut-kedut serasa ingin dijejali benda gemuk dan panjang.
“Persetan lah, memek gua gatel banget” rutuk Sarah.
Dia pun mengangkat rok nya hampir sampai sepinggang, kemudian melepas
CD nya dan melemparkannya sembarangan, tanpa piker panjang jari-jari
lentiknya langsung merogoh memek nya yang tembem, menguak bibir
vaginanya dan mencari daging kecil sebesar jagung di pangkal memeknya.
“Aaaccchhhhhhhhhhhhhhhhhhh, sssssshhhhhhhhhhhh…..mmmhhhhhhhhhhh!” racau Sarah.
“Mmmmmmmmmmhhhhhhhhh,…. Ennnyakkkkkkhhhh bangettthhhhh!” desahnya
sembari mengocok klitorisnya. “Nih memekhhhhhh lonthe rasainhhhh”
desahnya lagi.
“Yessssssssssssshhhhhhhhhh, d..d..d..dikit lagiiiiiii,
aaauuhhhhhhhhhhhhhh meki gue enak bangetttttthhhhhhhhhh” racau Sarah
hampir mencapai orgasme.
Brrrtttt,,..brmmmmttttt, ckrssshhhhhhh, mendadak mobil yang dikendarai Sarah berhenti…. Mogok,,,
“Anjrit, ini mobil kenapa pake mogok segala sih. Nggak tau ya gua
udah mau klimaks!, mana tempatnya rada serem gini, banyak preman lagi
nongkrong lagi!” umpat Sarah sambil melepas blazernya, merapikan roknya
yang tergulung ke atas dan kemudian keluar dari mobil diiringi dentam
pintu mobil yang dibanting.
Emosinya memuncak karena mobilnya berulah ditambah orgasme yang belum sempat dicapainya.
“Sialan nih mobil, nggak tau diuntung. Padahal lo gue servis rutin,
dasar mobil bangsat!” makin Sarah dalam hati sembari membuka kap
mobilnya berusaha untuk menemukan kendala di mobinya yang berujung
menambah kebingungan Sarah karena dia sama sekali tidak memahami dunia
otomotif.
“Kenapa mobilnya neng? Mogok ya? Mending neduh dulu sini bareng abang,
neng. Di situ panas lho, ato mau abang anterin sekalian?” goda lelaki
dari sebuah pondok yang terbuat dari kayu yang dipancang ke tanah dan
ditutupi oleh sebuah terpal biru yang menjadi atap bagi podok itu.
Sementara di bawahnya terdapat kursi-kursi panjang yang menjadi
tempat tongkrongan bagi lelaki-lelaki yang berjumlah 6 orang itu.
Sarah memilih diam dan tidak menyahut. Dalam hati Sarah mulai
ketakutan, tempat itu memang sangat tidak memberikan kondisi yang nyaman
bagi Sarah karena sepi dan tidak terlihat aktivitas warga, hanya
beberapa kendaraan yang lalu lalang melewati lokasi yang dipenuhi
pepohonan di kanan dan kiri jalan itu.
“Busett dah, si eneng sombong amat! Udah nggak usah tengsin neng,
sini duduk dulu bareng abang! Kasian tuh bokongnya kagak dikasih duduk
neng.” goda salah satu pria dari pondok itu.
Memang posisi Sarah yang sedang memeriksa mesin mobilnya itu sedikit
nungging sehingga mempertontonkan pantatnya yang montok. Sontak Sarah
pun berdiri tegak.
“Bujubuseeetttt, susu si eneng kayaknya mau tumpah tuhhh,.. sini
abang bantu pegangin neng!” teriak pria yang lainnya. Ups, Sarah lupa
bahwa dua kancing kemejanya masih terbuka karena permainan “solo”nya
tadi. Piassss, wajah Sarah pun memerah. Dia mulai gemetar mengancingkan
kemejanya mengingat dia hanya seorang wanita sendirian di tempat semacam
itu, dikontaknya Vina tetapi Vina tidak mengangkat teleponnya. Sarah
mulai panik, walaupun dia adalah wanita yang menganut free sex tetapi
dia takut juga digangbang oleh preman-preman yang kelihatannya dekil dan
beringas itu.
“Sarah?? Lo ngapain disini?? Mogok ya mobil lo?” seru seorang pria
yang melongokkan kepala dari jendela sebuah mobil SUV hitam yang
diberhentikan tepat di depan mobil Sarah.
Sontak Sarah langsung menoleh dan menyahut ke pria dalam mobil itu,
“Iya nih, pake mogok segala. Nggak tau apa masalahnya padahal baru gua
servis.” namun sebenarnya Sarah tidak mengenal siapa pria tersebut yang
sudah keluar dari mobil SUV nya sambil menyingsingkan lengan kemejanya
dan berjalan kearah Sarah. Dalam hati Sarah bersyukur si pria tak
dikenal ini datang menyambanginya, minimal preman-preman kampung itu
berpikir dua kali untuk berbuat jahat padanya.
“Kayaknya aki lo ?” tanya pria yang belum dikenal Sarah itu sembari memeriksa keadaan mesin mobil Sarah.
“Astaga, gua nggak tau. Gimana nih? Mana tempat gua masih jauh lagi.” Jawab Sarah.
“Ya udah, nggak jauh dari sini ada bengkel kok, tinggal 1,5 kilo abis
pengkolan itu. Mobil lo biar kita derek aja pake mobil gua pelan-pelan.”
Sahut pria tak dikenal itu.
Sarah kemudian berjalan masuk ke mobil pria itu dengan tatapan penuh
kemenangan ke arah kumpulan preman di bawah pondok tenda biru itu
sementara diiringi tatapan dongkol preman-preman kampung itu karena
tontonan dan “buruan” mereka lepas.
Mobil itu berjalan pelan, sementara suasana dalam mobil itu terasa
senyap dan kaku karena sebenarnya Sarah tidak mengenal siapa pria yang
menolongnya itu. Sarah merasa pernah melihat wajah itu tapi dia tidak
mampu mengingatnya dengan jelas. Pria itu memiliki tinggi 176 cm dengan
berat 77 kg, postur tubuhnya atletis namun tidak kekar berlebihan.
Rahangnya terlihat kokoh sekali menegaskan raut wajahnya yang gagah.
1 menit…
2 menit..
3 menit… suasana masih hening, hanya suara halus deru mesin mobil yang terdengar.
“Lo nggak ingat gua ya?” kata pria itu tiba-tiba seolah-seolah bisa membaca pikiran Sarah.
Sarah yang memang tidak mengingat siapa gerangan pria ini mulai gelagapan dan salah tingkah.
“waduh parah lo udah ditolongin tapi nggak kenal siapa yang nolongin
lo, kalo gua ini pemerkosa udah gimana lo sekarang ya?” lanjutnya.
Mendengar itu sontak Sarah gemetar dan wajahnya langsung berubah
pucat pasi. Dia benar-benar tidak tahu siapa pria ini, bahkan sekarang
dia sudah paranoid akan diperkosa, saking takutnya dia tidak mampu
berbicara.
“sekarang lo masih nggak kenal gua juga?” pria itu kemudian memakai kacamata di wajahnya.
Tringgg… lampu pijar di kepala Sarah menyala,
“Jerry! Cupuuuu! Anjrit, gua tadi nggak kenal ama lo. Apa kabar lo?
Gila, berubah banget lo sekarang!” Sarah baru ingat bahwa pria ini
adalah teman sekelas masa SMA nya yang paling cupu, Jerry, saking
cupunya dulu Jerry bahkan tidak berani hanya untuk sekedar berbincang
dengan siswi-siswi di sekolahnya, setiap ada PR, Sarah sang siswi
popular akan menyerahkan tugas menyelesaikan PR miliknya kepada Jerry
sambil memberikan ancaman-ancaman.
Sarah terkagum-kagum dalam hati melihat perubahan Jerry, pria yang
dulunya dianggap bocah oleh Sarah kini sudah bermetamorfosis menjadi
pria dewasa yang sangat gagah dan atletis. Ditambah wajahnya yang tegas
dihiasi rahang yang kokoh membuat penampilan Jerry elegan namun sangat
menggoda.
Sarah melirik ke arah kemeja Jerry yang terbuka dan mengintip dada
bidang di dalamnya. “Gila, gua kok horny gini ya ngeliat nih bocah? Mana
memek gua belum sempat dipuasin lagi.” Tapi Sarah hanya mampu
berkata-kata dalam hati.
Udara yang panas kemudian memunculkan inisiatif Jerry untuk menyetel
AC mobilnya menjadi lebih dingin. Otomatis hembusan udara yang menerpa
tubuh Sarah dari lubang AC di dashboard semakin kencang sehingga
menimbulkan efek belaian bagi tubuhnya. Sebenarnya bagi orang normal
hembusan AC seperti itu merupakan hal yang biasa saja, tapi bagi Sarah
yang sedari tadi dilanda “sindrom kentang”, hembusan udara dingin AC itu
menjadi hal yang luar biasa atas tubuh bahenol nya.
“Uhhh…. Nih AC niup-niup toked gua…. Jadi makin horny…!” ucap Sarah dalam hati.
Efeknya luar biasa, memek Sarah yang dari tadi butuh belaian jadi
semakin gatal ingin digaruk. Sarah mulai menggigil, menggigil bukan
karena kedinginan tapi karena nafsu yang semakin memuncak. Sarah memutar
otak, dia tidak ingin terlihat seperti wanita gatal di mata Jerry,
walaupun sebenarnya Jerry sudah mengetahui dan mengenal tingkah laku
Sarah sejak SMA. Sarah yang populer, Sarah siswi SMA mereka yang sexy,
Sarah yang bergonta-ganti pacar sekaligus rekan tidur, tapi kali ini
Sarah memang berniat menahan nafsu birahinya yang sudah mencapai
ubun-ubun.
Untuk mengurangi efek hembusan udara AC dari dashboard ke bagian atas
tubuhnya, Sarah menurunkan panel AC sehingga hembusan AC mengarah ke
bawah.
Namun gawat, hembusan AC itu sekarang malah megarah ke belahan paha
nya, termasuk memek Sarah, menimbulkan sensasi luar biasa, sensasi gatal
bercampur dingin yang membuat Sarah semakin menggigil.
“Uuuuhhhhfffff…. Nggak kuat guaaaaa…… memek gua rasanya pengen
digesek-gesek biar angettttt!” rutuk Sarah dalam hati, sembari tubuhnya
semakin menggigil hebat.
“Kenapa lo, Rah?? AC nya terlalu dingin buat lo, ya? Lagi sakit?” tanya
Jerry yang sedari tadi sudah mengamati tubuh Sarah yang menggigil.
“E..e..e..eng…enggak kok, Jer. Ng..Nggak dingin kok. G..gua cuma lagi
flu aja d..d..dikit…hhhhh. Ttt..tapi gua nggak papa kok.” sanggah Sarah.
Padahal dia sedang berjuang menahan konak di tubuh dan memek nya.
Berinisiatif,sambil memegang kemudi mobil dengan tangan kiri Jerry
menempelkan punggung tangan kirinya ke dahi Sarah, mencoba mengukur suhu
tubuh Sarah, kemudian menempelkan tangannya lagi di leher Sarah. Saat
menarik tangannya dari leher Sarah, secara otomatis menggesek kulit
leher Sarah yang sedang hyper sensitive, membuat Sarah menggelinjing dan
menggeliat akibat gesekan tangan Jerry di kulit leher nya, sehingga tak
sadar dia mendesah pelan.
“Uuuuuuuuuugggghhhhhhhhhhhhhh..ssshhhh….”
“Yakin lo nggak papa?” cecar Jerry yang mulai curiga.
“Uuhhmmmmmm,.. yakin, Jer.” Sarah berdalih.
Kecurigaan Jerry pun bertambah saat Sarah menyilangkan kedua pahanya,
dan sembunyi-sembunyi menggesek-gesekkan kedua pahanya bersamaan dengan
mata Sarah yang merem melek, ditambah pula dengan nafas Sarah yang
berat dan dalam dan terkadang mendesah pelan dan berat.
“Perek satu ini pasti lagi horny berat…! Ngentotnya tadi nanggung kali, awas lo! Kali ini lo gua garap, Rah!” batin Jerry.
“Lo pake seatbelt dong, Rah… biar aman…” Jerry berdalih sambil berusaha memasangkan seatbelt Sarah dengan tangan kirinya.
Padahal ini hanya alibi Jerry, sembari menarik sabuk seatbelt, lengan
Jerry menggesek toked bulat Sarah persis di bagian putting susunya.
Efeknya luarrrr biasa, Sarah merasakan memeknya berkedut semakin keras,
dia menggigit bibirnya, dan tanggannya mencengkeram roknya. Melihat itu,
Jerry menjadi kegirangan.
“Beneran lo gak papa? Lo kayak nahan sakit gitu” Jerry mulai mengorek.
“Mmmmmmffffffffff… Benerhhh, Jerr! Gg.. ghua… enggghhakkhh phh..papaa…” Sarah mendesah di sela jawabannya.
“Sarah,… lo lagi horny ya?” tanya Jerry.
Sontak Sarah menyanggah, “ENGGAK LAH! Emang lo pikir gua cewe apaan??!”
“Oh, ya? Yakin lo lagi nggak horny?” Sergah Jerry, langsung meremas lembut toked montok Sarah.
Kali ini Sarah hampir tidak sanggup lagi mengelak, tubuh jalangnya
menikmati remasan yang diberikan Jerry di tokednya, membuat birahinya
semakin membuncah. Cengkeraman tangan Sarah di roknya semakin kencang,
tangannya juga gemetar menahan nikmat.
“Ap..pphha… a..paan lo, J..Jerrr???! Bhh… B.. Bangsathh lo!” Umpat Sarah.
Namun umpatan Sarah makin membuat Jerry meremas toked Sarah lebih
intens lagi. Kini kedua toked Sarah berganti-gantian diremas oleh tangan
jahanam Jerry.
“OOOOOUUGGGHHHHHHHHHHHH…. MMMMMMMMMMMMMMMHHHHHHHHHHH…. Acchhhhhh, Jerrrrrr…..!” Sarah tidak bisa lagi menyembunyikan desahannya.
“Dasar lonthe! Pake acara ngeles segala lo! Bilang aja lo lagi konak,
dasar perek!” cecar Jerry, kemudian menepikan mobil sisi jalan.
“Iyaaaa, Jerrrhhh,! Gua lagi horny berat! Ooouuuggghhhhhh…, enak banget
remasan lo Jerrrr… Aaaccccccchhhhhhhhhhh…. Jangan brentii, jerrrr!”
pinta Sarah memelas.
“Buka dulu kemeja, lo!” Jerry mulai mengambil alih kondisi. Sarah manut,
dia segera membuka kancing kemejanya, membuka kaitan bra di
punggungnya.
Plooppppphhh,,, toked Sarah langsung meloncat begitu dia meloloskan
bra dari tubuhnya. Mempertontonkan keindahan tokednya yang bulat
menantang dengan puting mungil merah muda yang mengacung tegak,
sempurna, putih mulus tanpa cacat sedikitpun.
Kontan saja mata Jerry terbelalak melihat keindahan toked Sarah,
“Buset toked lo, Rah, gede banget!” Jerry langsung merogoh puting susu
Sarah, mempermainkan puting itu, menggelitik ujung pentilnya dan
memutar-mutarnya dengan jari jempol dan telunjuknya.
Sensasi nikmat mulai menjalari kedua toked Sarah yang bergantian
dipermainkan Jerry. Sensasi nikmat itu juga mulai merambat dan menjalar
di selangkangan Sarah. Berkumpul dari pangkal paha dan pusat menuju
ujung selangkangan, mengalir dengan rasa gatal yang sangat besar pada
memek Sarah. Sarah menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri sambil
meremas jok kuat-kuat menikmati aliran hebat di memeknya.
“ANJRIITTTTTTTTT…….. JEERRRRR…….HHHHMMMMMMMMMMPPPFFHHHHHHHHH…!” meki
Sarah berkedut-kedut kencang, serrrrr… memek Sarah langsung banjir oleh
pejunya sendiri.
Pinggulnya terangkat, tubuhnya kelojotan tak mampu menahan gelombang orgasme yang melandanya.
“Dasar! Emang lonthe lo, baru toket lo aja yang gua mainin udah
nyemprot aja lo, perek! Belum lagi gua mainin yang ini!” Jerry langsung
meraih rok Sarah, mengangkatnya sampai ke pinggul.
“Bener kata gua, lo emang lonthe, buktinya lo udah nggak pake CD lagi,…
anjirrr,… meki lo mulus amat, tembem lagi… bagus banget memek lo, Rah…
Abis ngentot ama siapa lo?? ” cecar Jerry.
“huufffht… Hosh..Hosh… gua abis ‘swalayan’ tadi di mobil gua sebelum
mogok,Jer…” nafas Sarah tersengal-sengal menikmati sisa orgasmenya.
Belum lagi nafasnya stabil, Jerry langsung melumat bibir sexy Sarah.
Tentu saja Sarah gelagapan menerima serangan mendadak seperti ini.
Tangannya berusaha menjauhkan Jerry,
“Mmmmfff, M,.. Jer,mmm, mmhffntar dulu,..mmfff.” Tapi Jerry tidak
berniat untuk memberikan jeda bagi Sarah, dia mulai menyusupkan lidahnya
ke dalam rongga mulut Sarah, mencari lidah Sarah dan menjilatinya,
serta membelitnya, tangan Jerry mulai bergerilya lagi di atas toked
mulus Sarah,
“Gila bener toked lo, Sarah. Nggak bosen-bosen gua grepein toked lo.
Bulat banget. Kencang…. Penuh tangan gua grepein toked lo!” Puji Jerry,
sementara Sarah hanya pasrah.
Seolah tidak mau melewatkan keindahan toked besar montok nan bulat
menantang di hadapannya, Jerru langsung melumat putting susu Sarah,
piting satunya lagi disentil-sentilnya dengan jarinya, digelitiknya dan
memainkannya dengan telujuk dan jempolnya.
“Gilaaaaa,… enak banget toked gua dikenyot ama si Jerry… Uhhhfff, gua mulai konak lagi nih…” Sarah membatin.
Desahannya mulai muncul tapi Sarah berusaha keras menahannya. Dia
tidak mau dipermalukan lebih jauh oleh nafsunya sendiri di hadapan Jerry
yang notabene baru berjumpa lagi dengannya setelah sekian tahun tidak
bersua sejak masa SMA.
“Pentil lo kok masih pink aja, Rah? Padaha gua yakin pentil lonte lo
ini udah dikenyot ama banyak cowo. Dikenyot kayak gini kan?”. Tiba-tiba
Jerry menggigit putting Sarah dan mempermainkan ujung putingnya dengan
lidahnya.
“JEEEEERRRRRR….. ooouuuuggghhhhhhh, oh,oh…” Sarah menjerit tertahan.
Dia tidak bisa lagi menyembunyikan desahannya. Serangan Jerry yang
tiba-tiba di luar kemampuannya untuk menahan diri tidak mendesah
menjunjukkan bahwa dia memang sudah konak lagi. Jerry meremas toked
satunya lagi dengan semangat ’45. Kemudian menghisap kedua toked Sarah
bergantian sambil tangannya memberikan rangsangan di selangkangan Sarah
tanpa menyentuh memeknya., hanya di sekeliling memek Sarah.
“Ssssssssshh… Oooohhh…oh, Ouchh!” Sarah mendesah tidak karuan, jelas
Jerry berusaha mempermainkan libido Sarah dengan tidak menyentuh
memeknya, membuat memek nya penasaran.
Wow, hasilnya luar biasa, kali ini Sarah yang berusaha, pinggulnya
bergerak seiring gerakan tangan Jerry di selangkangannya berusaha
menempatkan tangan Jerry tepat di mekinya, tapi Jerry tidak memberikan
peluang bagi memek Sarah untuk menemukan tangannya, malahan Jerry
menghentikan kenyotannya di toked Sarah. Tangannya yang menganggur dia
gunakan untuk memegang kedua tangan Sarah,menguncinya di atas perut
Sarah, mencegahnya untuk mengarahkan tangan Jerry yang bermain di
selangkangan menyentuh mekinya.
Sarah blingsatan, kedua tangannya dikunci oleh Jerry sehingga tidak
mampu menangkap tangan Jerry dan mengarahkannya ke memeknya. Dia
berusaha menggeol-geolkan pinggulnya agar memeknya menyentuh tangan
Jerry, tapi sia-sia.
Tiba-tiba Jerry menyentuhkan tangannya ke memek binal Sarah, hanya
sentuhan singkat seperti menyerempet saja, tapi memberikan efek yang
tidak disangka bagi tubuh Sarah, tubuhnya kelojotan, pantatnya terangkat
ke atas sambil bergoyang-goyang.
“HHHHH,…Hkk..Hkk,..Hekkkkk….” suara Sarah tidak keluar, hanya
napasnya yang terputus-putus seperti orang yang sekarat. Matanya
terpejam, tubuhnya bergetar menerima sentuhan di memeknya.
Jerry kembali memainkan selangkangan Sarah, membuat gerakan melingkar
di sekeliling memeknya. Sarah menatap Jerry dengan tatapan memelas,
berharap tangan nakal Jerry menyentuh memeknya lagi, tapi Jerry tidak
terpancing, dia tetap bertahan pada metode yang dilakukannya.
Srrrrttt…. Jerry menyentuhkan tangannya lagi ke memek Sarah, kali ini
lebih keras sedikit, seperti menyerempet dekat area klitoris Sarah.
Sarah seperti orang yang menerima sengatan listrik singkat. Tubuhnya
kelojotan, matanya terpejam, mulut Sarah terbuka, nafasnya tertahan,
sexy sekali. Pantatnya kembali terangkat dan bergetar lebih hebat lagi
daripada saat mekinya disentuh Jerry pertama tadi. Jerry jelas seorang
pria yang mampu memanipulasi libido lawan main seksnya.
Permainan kembali berlanjut, Jerry kembali mengelus-elus selangkangan
Sarah dengan gerakan memutar, kali ini lebih dekat ke area memek Sarah.
Tak disangka, Jerry melakukan gerakan mendadak, tangannya langsung
merogoh memek Sarah dan mengocoknya sedikit kasar, menggesek-gesel
klitoris Sarah dengan kasar. Spektakuler! Sarah langsung kelojotan
bagaikan orang kesetrum, kepalanya menggeleng ke kanan dan ke kiri, dia
meronta-ronta, bukan ingin melepaskan diri, tetapi karena dahsyatnya
puncak rangsangan yang diberikan Jerry di memeknya.
Belum pernah sekalipun Sarah menemukan permainan seperti yang Jerry
lakukan. Jerry yang dulunya cupu, yang Sarah anggap tidak jantan, Jerry
yang dia ancam-ancam apabila menolak mengerjakan PR nya dulu, Jerry yang
dikerjainya berulang kali, Jerry yang dibullynya dulu kini memberikan
permainan yang luar biasa jauh dari yang Sarah bisa bayangkan.
“HHHHIIIAAAAHHHHHHHHHH,, AAAAUUUCCHHHH… OOHHHH,..OH..OH…” Sarah menjerit –jerit keenakan.
Belum pernah dia rasakan kenikmatan seperti ini dari kocokan pria
manapun. Rasa gatal terus menghujam dan menggelitik di memeknya,
berputar-putar mendatangkan sensasi gatal yang luar biasa, lama-kelamaan
sensasi itu berkumpul jadi satu di ujung kelamin, menggelora, membuncah
seperti ingin meledak, dan………………
“……. ANJRIIIIIIIIITTTTHHHHHH… GUA
KELUAAAARRRRRR,,,,…HIAAAHHHHHHHHHHH…..!” Sarah menjerit, mulutnya
terbuka, matanya melotot seperti hendak keluar dari rongganya,
pinggulnya terangkat tinggi-tingi, kelojotan, bergetar-getar, persis
seperti orang kesetrum listrik ratusan volt akibat gelombang orgasme
yang melandanya, tidak, bukan gelombang, tapi tsunami orgasme.
“Ccrrrooottt….crotttt… Serrrr…..”. Astaga!, Sarah squirting! Belum
pernah sekalipun di hidupnya Sarah mengalami hal semacam ini….
“IIIIAAAAAAA,,… IIIIYYAAAAAAAA…. IYAAAAAHHHHHHH…..” Sarah menjerit
persis seperti pemeran video bokep ala Jepang.
Kelojotan, tubuhnya menghentak-hentak dengan pinggul terangkat,
kepalanya mendongak sehingga badannya melengkung indah. Sesekali kakinya
menendang-nendang seperti mengalami kegelian yang luar biasa. Kepala
Sarah terasa ringan, tubuhnya bagaikan tidak menyentuh bumi, seperti
melayang. ini benar-benar orgasme paling hebat yang pernah dialami
Sarah. orgasme akibat stimulasi rangsangan yang diberikan Jerry di
memeknya.
Hanya melihat cara orgasme Sarah saja membuat nafsu Jerry meningkat,
kontolnya perlahan-lahan bangun dan mengeras hingga akhirnya tegang
sekali, menggeliat di dalam celananya sehingga Jerry merasa sakit. “Oke,
sekarang gua yang butuh pelampiasan.” Batin Jerry dalam hati. “Kali ini
lo bakal gua enthot sampe lo merangkak dan nggak bisa bangun lagi. – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerisex Terbaru 2015
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar