Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerisex Terbaru 2015 – Cerita Sex: Mbak Dina Kakak Iparku
– Aku seorang lelaki berusia 35 tahun, sudah beristeri dan mempunyai 2
orang anak. Kehidupan rumah tanggaku tergolong normal normal saja
termasuk dalam masalah kehidupan seks. Kata orang aku ini ganteng dan
atletis, ditambah dengan kedudukanku di perusahaan yang cukup lumayan
sebenarnya banyak sekali cewek yang naksir kepadaku, tapi aku ini type
orang yang alim dan setia sehingga sampai saat ini tidak terlintas
dibenaku untuk berselingkuh.
Sebagai laki laki normal tentu saja aku mempunyai ketertarikan
terhadap lawan jenis terutama cewek yang cantik dan sexy, tapi sebatas
hanya menyukai dan mengagumi kecantikan mereka, paling banter Cuma
sebatas mengkhayal bisa bercumbu dengan mereka.
Read more
Salah satu cewek cakep yang paling aku sukai adalah kakak iparku
sendiri yaitu kakak kandung isteriku. Orangnya cantik, putih dengan
tubuh yang sintal berisi sangat seksi sekali. Yang menambah rasa suka ku
kepadanya karena sifatnya yang sangat terbuka suka bercanda, orangnya
gesit sangat aktif dan mandiri. Secara fisik sebenarnya sangat mirip
dengan isteriku, Cuma isteriku mempunyai sifat sebaliknya yaitu agak
tertutup, pendiam dan sangat penurut.
Itulah yang kadang-kadang sering membuatku berkhayal bisa bercumbu
dengan kakak iparku yang lincah dan energik. Aku suka mencuri curi
pandang kalau pas ke rumahnya, maklum kalu dirumahnya dia suka pake baju
daster rumahan, sering kalau lagi ngobrol bisa melihat pahanya atau
teteknya kalau lagi nyuguhin air minum.
Sejauh ini aku Cuma bisa berkhayal, maklum aku dan kakak iparku
sangat saling menghormati. O… ya kakak ipar umurnya sama denganku 35
tahun, sudah punya anak 2, suaminya sudah lama menderita diabetes berat,
dan yang aku dengar dari isteriku suaminya tersebut sudah lama tidak
bisa menjalankan kewajiban seksualnya. Dan hal itu menambah khayalku
kalau kalau kakak iparku itu sudah sangat kesepian. Tapi karena orangnya
sangat energik terlebih dia juga sibuk dengan pekerjaannya secara kasat
mata dia tidak kelihatan sebagai wanita kesepian, malah kelihatannya
hapy hapy saja.
Suatu saat keluarga besarku mendapat undangan pernikahan saudara
sepupu isteri saya, kebetulan banyak anggota keluarga yang sedang
berhalangan, sehingga diputuskan sebagai wakil keluarga yang berangkat
adalah aku dan isteriku serta kakak iparku, anak anaku dijaga ibu
mertuaku.
Tempat undangan lumayan jauh kira kira butuh waktu 24 jam perjalanan
darat, sehingga kami berangkat 2 hari sebelum hari H biar cukup waktu
apalagi aku biasanya gak kuat nyupir malam hari, biasanya kalau
kemalaman biasa nginep dijalan.
Kami berangkat pagi pagi sekitar jam 8 bertiga naik mobilku, tak
terasa perjalanan sudah melewati waktu magrib, dan seperti yang sudah
direncanakan kami akan beristirahat di hotel di kota J. Karena sedang
musim libur rata rata hotel disitu sedang penuh, setelah cari cari hotel
yang lumayan bagus dan harga terjangkau akhirnya dapat juga kamar Cuma
tinggal satu kamar saja. Daripada gak dapat kamar akhirnya kami putuskan
untuk nginep satu kamar bertiga.
Kamarnya cukup besar dengan satu tempat tidur besar. Sebelum masuk
hotel kami telah makan malam sehingga di hotel tinggal tidur
beristirahat untuk persiapan melanjutkan setengah perjalanan lagi.
Isteriku dan kakak ipar ku selesai mandi, wow… mereka pake daster tipis
diatas lutut… tiba tiba kontolku ngaceng dan libidoku semakin memuncak
apalagi seminggu lebih aku belum ******* karena isteriku baru selesai
menstruasinya hari ini.
Yang semakin bikin aku terangsang adalah kakak iparku, dengan wangi
segar sabun mandi, paha mulus serta bayangan tubuhnya yang menerawang
dari daster tipisnya sehingga bisa kelihatan bayangan celana dalamnya
dan teteknya yang gak pake BH.
Untuk menyembunyikan kegelisahanku aku cepet cepet ke kamar mandi aku mandi sambil membayangkan tubuh kakak iparku.
Selesai mandi aku pake kaen sarung, sengaja gak pake pijama biar
longgar dan lebih leluasa ngelus ngelus kontolku. Setelah ngobrol
sebentar kami pergi tidur satu ranjang bertiga, kakak ipar disisi kiri,
isteriku di tengah dan aku di sisi kanan. Kami berselimut bertiga pake
bed cover yang sangat besat dan tebal, tiba tiba kakak iparku memadamkan
lampu semuanya… sialannn… padahal aku berencana mau melihat tubuh
kakaku ketika dia sedang tidur
Maksudnya mau cepet tidur biar bisa istirahat, tapi ternyata mataku
sulit terpejam hasrat pingin ngentotku semakin menggebu apalagi obyek
khayalanku tidur sekasur denganku meskipun terhalang oleh isteriku.
Kutempelkan badanku ke badan isteriku kuelus pelan tetek nya dengan hati
hati tanpa banyak gerak karena takut ketahuan kakak ipar, isteriku
menepiskan tanganku sambil berbisik
”jangan macem macem gak sopan kalau kakak ku tahu”
Kujawab dengan bisikan yang sangat pelan
” pelase… aku kepingin sekali, ditempelin aja pelan pelan”.
Kupeluk hati hati, kuciumi wangi badanya sambil mebayangkan sedang
menggerayangi kakak iparku. Kuangkat kain sarungku dan kusibakan kiri
kanan lipatan depan celana dalam ku sehingga batang kontolku dapat
keluar persis ditengahnya. Lalu kuangkat daster isteriku, kuraba raba
pahanya kemudian kurenggangkan. Tiba tiba tanganku dicubit nya dengan
keras seraya berbisik lagi
”Jangan kurang ajar !! .. apa mas gak menghargai mbak Dina”
Yah …. akhirnya aku bener bener gelisah menahan hasrat yang semakin
memuncak, aku Cuma bisa ngelus ngelus kontolku entah sampai jam berapa,
namun karena kecapean akhirnya aku ketiduran juga sampai akhirnya aku
terbangun karena isteriku bergerak gerak, ooo… rupanya kebiasaan
isteriku menjelang jam 5 pagi dia suka buang air besar, tapi sebelum ke
wc dia biasanya nepuk nepuk dulu perutnya sampai terasa kebelet sekali
baru ke wc.
Dan rupanya memang betul, gak lama kemudian isteriku mnyingsingkan
selimut dan pergi ke wc, sebetulnya aku mau nerusin tidurku karena masih
ngantuk, tapi tiba tiba deg….. jantungku berdesir dan kontolku berdiri
tegak lagi, aku baru sadar kalau disebelahku terbaring kakak iparku
obyek khayalanku selama ini. Dan seolah ide cemerlang itu mengalir
begitu saja, aku tahu persis kalau isteriku beol tiap jam 5 pagi
biasanya butuh waktu 1 jam lebih, entah ada kelainan psikologis apa
betul betul ada kelainan pencernaan dia butuh waktu berlama lama di wc
sampai merasa beolnya tuntas.
Baca >> SPORTSBOOK ONLINE
Memikirkan peluang dan kesempatan itu yang belum tentu akan terjadi
lagi, entah kenapa keberanianku pun semakin besar. Yes…! aku harus
mendapatkanya sekarang !!!!.
Namun demikian otaku masih berjalan waras, biar gak terjadi sesuatu
yang fatal aku akan berpura pura kalau yang sedang ke wc itu adalah
kakak iparku sedangkan yang masih tidur disebelahku adalah isteriku yes…
!!!!.
Kubuka mataku lebar lebar tapi yang kulihat hanyalah siluet karena
kamar cukup gelap, aku menggeliat mendekati tubuhnya, kupeluk badannya
ser….. alangkah halus kulit tangannya, ku elus elus teteknya dengan
lembut, kuciumi pipinya sambil kujilat cuping telinganya, sementara
tanganku satunya menggerayangi bagian bawah… oooo rupanya dasternya
telah terangkat keatas sehinga tangan ku langsung menyentuh gundukan
daging memeknya.. tiba tiba kurasakan badanya mengejang pasti dia bangun
dan kaget, tangannya menepiskan tanganku, kurasakan wajahnya menoleh
kewajahku, sebelum teriak kupeluk erat badanya seraya ku berbisik ke
telinganya
” ssstttt…. mah mumpung mbak Dina lagi ke wc, yok kita main sepukul dua pukul”.
”pleaseee … kita kan uah seminggu lebih gak ngentot” lanjutku lagi…
Entah bagaimana mimik wajahnya saat itu gak bisa kulihat karena
gelap, tapi dia gak berteriak meskipun pahanya mengepit lebih rapat dan
tanganya masih memegang tanganku.
Kulepaskan tanganku lalu kuselusupkan kedalam celana dalamnya
kurasakan jembutnya dan tanganku terus menjalar sampai kusentuh belahan
memeknya, ku gosok gosok pakai jari tengahku.. ku putar putar itilnya…
dia diam saja meskipun pahanya masih agak kejang…tanganku satu lagi
kuselusupkan kedalam daster atasnya ku elus elus teteknya… sambil
kupilin pilin putingnya… hhhmmmm sungguh sangat sensasional… tak
kusangka sangka ternyata khayalanku menjadi kenyataan meskipun dalam
kegelapan dan berpura pura dengan isteriku….
Kuusap usap terus belahan memek dan itilnya, kurasakan semakin banyak
cairan yang membasahi memeknya….ohhh shhhh, pahanya semakin lemas dan
rilek…..dan kudengar dia mendesah tertahan….
Karena sudah gak tahan dan takut isteriku keburu selesai, maka segera
kulaksanakan hasratku, sarung kulepas sementara seperti tadi batang
kontolku kukeluarkan lewat lipatan depan celana dalam riderku, pas
keluar ditengah tanpa harus melepas celana dalamnya.
Kurenggankan pahanya lalu kuturnkan celana dalamnya sedikit sehingga dengan mudah kusibakan samping celana dalamnya.
Aku berlutut diantara kedua kakinya kuarahkan kontolku melalui
pinggir celana dalamnya dan kutempelkan pas dibibir memeknya, kuusapkan
kan kontolku sambil mencari celah lubangnya, setelah sedikit menyeruak
kutekan pelan ….ooooohhhh shhh… nikmatnya sentuhan ujung kontolku dengan
lapisan labia mayoranya….
Kutekan pelan, sambil kugoyang goyang kan…. shhhh baru masuk
kepalanya …..kutekan agak keras…. sleps…… kudengar dia meringis pelan,
mungkin agak sakit karena kontolku gede sekali sementara memeknya sudah
lama tidak pernah dientotin…
Kutekan sambil ku goyang pelan pelan…. oohhh sleps…. sleps…. lama lama akhirnya kontolku amblas juga semuanya……..
Ku dengar istriku di wc mengguyurkan air … masih ada waktu seperempat
jam lagi, biasanya isteriku dua atau tiga kali cebok sambil
mengguyurkan air, sampai dia betul betul selesai…
Kupercepat kocokanku takut isteriku keburu keluar, sleps… sleps…
plok..plok suara paha beradu…… semakin lama semakin licin memeknya dan
semakin lancar kocokanku…. tiba tiba kudengar gyuran air isteriku kedua
kali nya semakin kupercepat kocokanku… oooo nikmat yang luar biasa…..
sensasi yang sangat menakjubkan….. rasa nikmat berpacu dengan rasa deg
degan karena takut isteriku keburu keluar… semakin kupercepat kocokan ku
… sleps… sleps….semakin geli kurasakan kontolku dan mbak Dina juga
semakin tegang pahanya mengepit ketat pinggulku…. semakin kupercepat
kocokan ku dann…. ohhhh……. crooott…. ccrrrooottt air maniku menyembur
banyak sekali demikian juga kedua paha mbak dina semakin keras mengepit
pinggulku dan kedua tangannya mencengkram bahuku…sayup sayup kudengar
dia mendengus tertahan……
Kurebahkan tubuhku diatas tubuhnya … sambil kuciumi pipinya…..
kontolku masih menancap sambil merasakan nikmatnya kedutan kedutan
bagian dalam memeknya…..
Kuberbisik ke telinganya
” Mah…. enak sekali baru kurasakan nikmat seperti ini”
”Kok Rasanya beda ya… apa karena terburu buru takut ketahuan mbakDina ya” lanjutku lagi ber pura pura
”kok diam saja mah……” bisku lagi
Terdengar lagi guyuran air ketiga kalinya, berarti kali ini isteriku
telah benar benar selasai.. cepat cepat kucabut kontolku dan bergeser ke
samping. Tak lama kemudian isteriku keluar kamar mandi dan langsung
nyalakan lampu seraya dia berkata setengah berteriak ” ayoo… pada bangun
sudah siang Nih….. mandi…. mandi”
Kucoba lihat wajah mbak dina tapi gak kelihatan karena karena dia mehhadap kearah sana sementara wajahnya ditutup tangannya.
Terus aku pura pura kaget ” lho Mama to.. pagi pagi sudah … mandi !!!!!!”
”Biasa … beol” katanya santai. ”Mau sekalian mandi tapi handuknya ketinggalan”, katanya lagi
Setelah mendapat handuk isteriku masuk lagi ke kamar mandi. Dengan
pura pura kaget dan penuh penyesalan kuhampiri mbak dina ku elus
pundaknya
”Mbak maafkan aku…. suerrr… aku kira yang kekamar mandi tadi mabak Dina” ujarku…
Tiba tiba dia berbalik dan Plakk!!!! Dua kali tamparan hinggap di pipiku. Kulihat dia nagis terisak..
”mbak plesae maafin aku, aku sungguh gak nyangka kalau yang tadi itu mbak” pura pura ku lagi…..
Karena situasinya gak memungkinkanm aku gak ngomong apa apa lagi ,
takut jadi rame malah ketahuan isteriku…..Rupanya Mbak dina pun
berpikiran sama dia segera merapaihkan badan dan wajahnya terus siap
siap dengan handuknya…
Begitu isteriku selesai mandi, mbak dina langsung ke kamar mandi.
Itulah pandainya Mbak Dina sehingga hari itu berjalan seperti tidak ada
apa apa, sepanjang perjalanan dia bersikap seperti biasanya. Kecuali pas
kita berdua sikapnya jadi lain dan kulihat masih ada raut marah di
wajahnya.
Setelah kembali kerumah, ketika ada kesempatan berdua aku ngomong
lagi ke dia dan minta maaf kalau itu gak sengaja, terus kutanya kenapa
mbak dina gak bilang waktu itu…
”gak enak, takut kamu malu” katanya ”lagian mbak pikir isterimu ke wc gak akan lama, jadi gak akan keterusan” lanjutnya.
Tapi aku gak tanya lagi kenapa dia juga jadi pasrah dan orgasme, itu
kusimpulkan sendiri karena Mbak dina sudah lama gak dientotin suaminya,
secara naluriah dia juga sudah kepeingin dan terangsang.Sekali lagi yang
ini gak ku tanyakan takut dia malu dan tersinggung.
Cuma aku jadi menyimpan harapan, sebenarnya mbak dina kalau sudah
terangsang mau juga dientotin tapi kapan kesempatannya, apalagi setelah
peristiwa itu dia jadi agak menghindari berduaan denganku.
Haruskah aku memperkosanya ….?
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar